Category Archives: Taman Nasional Danau Sentarum

danau sentarum thumb

Flora dan Fauna di Danau Sentarum

Danau sentarumFLORA

Berdasarkan data yang tercatat, hingga saat ini terdapat 675 (species) yang tergolong dalam 97 suku (familia). Dari jumlah tersebut 33 jenis merupakan jenis endemic dan 10 jenis merupakan jenis baru. Data-data tersebut belum seluruhnya terinventarisir terutama jenis pohon yang berada dihutan dataran rendah perbukitan, kemudian jenis-jenis anggrak dan jenis parasit.

Jenis tumbuhan yang ada antara lain : Dichilanthe borneensis, Menungau (Vatica menungau), Putat (Baringtonia acutangula), Kayu Tahun (Carallia bracteata), Rangas (Gluta rengas), Kawi (Shorea balangeran), Ramin (Gonystylus bancanus), Ransa (Eugeissona ambigua) dan sebagainya.
Dan yang paling mengagumkan di kawasan Danau Sentarum terdapat jenis tumbuhan yang sama dengan tumbuhan endemic yang ada di Amazon. Oleh masyarakat Danau Sentarum tumbuhan tersebut dikenal dengan debutan pohon Pungguk (Crateva religiosa).

Berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat setempat tipe-tipe habitat yang terdapat dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum adalah sebagai berikut :

1. Hutan Rapak Gelgah (hutan rawa kerdil) ;
Hutan ini ditandai dengan banyaknya Putat (Baringtonia acutangula) dan Mentangis (Ixora mentagis), Kayu Tahun (Carallia bracteata), dan Kebesi (Memecylon edule).

2. Hutan Gelagah (Hutan Rawa Terhalang) ;
Hutan ini ditandai dengan banyaknya pohon yang dominan adalah Kamsia yang banyak ditumbuhi epiphyt, Menungau (Vatica menungau) dan Kenarin (Diospyros coriacea).

3. Hutan Pepah (Hutan Rawa Tegakan) ;
Hutan ini ditumbuhi oleh pohon Kelansau, Emang dan Melaban.

4. Hutan Tepian (Hutan Riparian) ;
Adalah hutan ditepian sungai besar, hutan ini terkadang tergenang selama enam bulan dalam setahunnya. Jenis yang tumbuh seperti Rengas nerah (Gluta renghas) dan Tembesu (Fagrarea fagrans).

5. Hutan Rawa Gambut ;
Hutan ini ditandai dengan jenis tumbuhan seperti Bintangor (Callophylum spp), Kapur (Dryobalanops abnormis) dan Terindak (Shorea seminis).

6. Hutan Dataran Rendah Perbukitan ;
Tipe hutan ini didominasi oleh jenis-jenis dari family Dipterocarpaceae perbukitan rendah seperti Tengkawang Rambai (Shorea semithiana), Resak (Vatica micrantha) dan Tempurau (Dipterocarpus spp).

7. Hutan Kerangas ;
Hutan ini ditumbuhi dengan tumbuhan agak kerdil dengan tinggi sekitar 20-26 m, diameter batang kecil menyerupai pohon pada tingkat tiang, tanah berpasir dan miskin unsur hara.

 

Tuntong StorkFAUNA

IKAN
Ikan air tawar di Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebanyak 265 jenis. Mulai dari yang kecil sekitar 1 cm yaitu ikan Linut (Sundasalax cf. Microps) sampai ikan Tapah (Wallago leeri) yang dapat mencapai ukuran lebih dari 200 cm. Jenis ikan untuk konsumsi seperti ikan Toman, Lais, Belida, Jelawat dan Patin terdapat disini. Jenis ikan hias misalnya ikan Ulanguli (Botia macracantho) dan ikan Siluk Merah Super (Scleropages formosus).

MAMALIA
Taman Nasional Danau Sentarum memiliki jenis mamalia langka atau menjelanh kepunahan seperti Bekantan (Nasalis larvatus), Kepuh (Presbytis melalaphos cruniger), Orangutan (Pongo pygmaeus), Ungko Tangan Hitam (Hyobates agilis), Kelampiau Kalimantan (Hylobates muelleri), Macan Dahan (Neofelis nebulosa) dan sebagainya (sekitar 23 jenis lainnya).

BURUNG
Di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum terdapat 310 jenis burung dan termasuk jenis burung Bangau Hutan Rawa (Ciconia stormi) yang tergolong langka, dan Beluk Ketupa (Ketupa ketupa), Bangau Tuntong (Leptoptilus javanicus) dan 8 jenis Rangkong (Bucerotidae) yang dilindungi secara Internasional. Jumlah jenis burung yang terdapat di kawasan ini juga dikategorikan kaya karena dari 1.519 jenis burung yang ada di Indonesia 20% diantaranya dapat ditemukan disini.

REPTIL
Di Danau Sentarum terdapat 31 jenis dari kelompok hewan melata atau Reptilia (Reptil). Delapan jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi seperti Buaya Muara (Crocodylus porosus), Buaya Seyulong (Tomistoma schlegelli), Labi-labi, Ular, Biawak dan lain-lain. Bahkan Buaya Katak atau Buaya Rabin (Crocodylus raninus) yang di Asia telah dinyatakan punah sejak 150 tahun yang lalu diperkirakan masih ditemukan di kawasan ini.

Danau Sentarum National Park

Kantor TNDS dan mengajukan izin

Danau Sentarum National ParkBefore you visit the park you have to apply for a permit at the office of Danau Sentarum national park and pay the entrance fees. For a permit you are obliged to show passport and admittance letter from the police at the office. The park offices will then process and issue the permit.

For more information about park access and permits you can also contact DSNP by email balai_tnds@yahoo.com or balai.tnds@gmail.com.

A permit can be obtained at the following offices of DSNP:

 

DSNP Office in Pontianak

Jl. Abdurahman Saleh 33
Pontianak, West Kalimantan
Tel. /Fax. : +62-561-734613

 

DSNP Office Lanjak

The office is located close to the boat docks. On the way to the boat docks on the left hand side.

 

DSNP Office Sintang

Jl. YC. Oevang Oeray 43

Sintang, West Kalimantan

Tel. /Fax. : +62-565-22242

Email: balai_tnds@yahoo.com or balai.tnds@gmail.com

visiting-ds-thumb

Mengunjungi Danau Sentarum

Visiting Danau Sentarum

Below you can find brief information about:

Accessing the park and park facilities

Best time for visiting

Safety advises and Responsibilities

Organized tour packages

 

Note: There are also information available on Danau Sentarum website.

 

Accessing the park and facilities

You can access Danau Sentarum national park either from Nanga Suhaid, which is located south-west of Danau Sentarum or from Lanjak, which is directly situated at the north-eastern edge of the park. A journey through the entire park is possible. You can start the trip in Nanga Suhaid heading towards Lanjak or vice versa.

Not only the rich fauna and flora makes a journey through the park worthwhile but also the living of the inhabitants in and around the park. Many houses in the small villages are built on tall stilts and are connected by small bridges. But you can also see floating houses situated on rafts made of large tree trunks. The majority of the people living in the park are Malay, while the Dayak live mainly around the boarder of the park.

 

Nanga Suhaid

Nanga Suhaid can be reached by boat only – speedboat or longboat. You first have to travel either to Sintang or Putussibau. Please refer to “Getting there and away” for more details about travel options to Putussibau or Sintang.

  1. From Putussibau by speedboat the Kapuas River downstream – 5 hours
  2. From Sintang:
    1. First to Semitau by bus, 4 hours, – or by speedboat 5 hours
    2. From Semitau by speedboat to Nanga Suhaid and further into the park

You can find accommodation in Semitau. In Semitau it is also possible to stay in “Lanting” (floating inns). Here you can also arrange the journey into the park either by speedboat, longboat or motor bandung – a kind of houseboat.

Note, there is no office of Danau Sentarum national park in Nanga Suhaid or Semitau. Therefore you need to apply for an entry permit in advance either in Pontianak or Sintang.

 

Lanjak

Lanjak can be reached by bus from Putussibau. The journey takes about 3 hours. Please refer to “Getting there and away” for more details about travel options to Putussibau. In Lanjak is also an office of Danau Sentarum National park located, where you can apply for an entry permit. There are three Losmen in Lanjak. Each of which offer basic rooms with double beds and shared mandi.

 

Tekenang Hill/ Bukit Tekenang

Bukit Tekenang is located in the park. From the top of the hill you have a great view over Danau Sentarum national park. It takes approximately 45 minutes by speedboat from Lanjak to Bukit Tekenang. There is a fairly pleasant Guesthouse at Bukit Tekenang, which invites for an overnight stay. The guesthouse is a facility of the DSNP management.

 

Top

Best time for a visit

Danau Sentarum national park can be visited throughout the entire year. But one should keep in mind that during rainy season –October to May – water levels are quite high. During that time the lakes of Danau Sentarum national park may grow to a single water mass and many swamp forest areas are inundated. As a consequence one may only spot the canopy of the lower swamp forest areas. A boat trip during that time over the lake offers an impressive experience though.

During dry season starting from June until September many lakes may dry out entirely. And at its end the landscape may be turned into grasslands with islands of forest traversed by small rivers. During dry season one has a good chance to explore all areas of swamp forest. If you are also interested in the cultural living and traditions of local communities around the park, April to June is a good time to come to Kapuas Hulu. During these months many communities have their traditional “Adat festivals”.

 

Top

Safety advises and Responsibilities

You do not necessarily have to book an organized tour package, in order to visit the park. However, you should not visit the park without a permit.

Moreover, please remember to protect your skin from the sun by using proper sun protection products. Especially if you are traveling in a boat, you are usually constantly exposed to the sunlight. Therefore you should also wear a hat and preferable long sleeved clothing.

 

When visiting the park please follow the following rules:

  • Keep the park area clean and take all your rubbish back out of the park area
  • Do not take any plants or even animals out of the park area
  • Hunting is prohibited
  • Do not disturb or feed wildlife in the park area

 

Top

Organized tours

KOMPAKHKOMPAKH, a local tour organizer in Putussibau, offers tour packages into Danau Sentarum national park. The package can be customised according to your personal interests and schedule.

danau sentarum thumb

Danau Sentarum Overview

Danau Sentraum National ParkTaman Nasional Danau Sentarum (TNDS)

I. SEJARAH BERDIRINYA TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM (TNDS)

Penunjukan Kawasan Danau Sentarum sebagai kawasan Suaka Alam untuk pertamakalinya pada tahun 1981 dengan status sebagai Cagar Alam yaitu berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No.2240/DJ/I/1981 tanggal 15 Jun 1981 dengan luas 80.000 Ha. Daerah Danau Sentarum ditetapkan menjadi kawasan Suaka Alam pada tahun 1982 dengan surat Keputusan No. 757/Kpts/Um/10/1982 dengan luas 80.000 ha. Daerah ini dikelola sebagai Suaka Margasatwa oleh Departemen Kehutanan yang diwakili oleh Kantor Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat yang berkantor di Pontianak.

Pada tahun 1994 Suaka MargasatwaT Danau Sentarum ditetapkan menjadi lokasi Ramsar di Indonesia, karena merupakan salah satu wakil daerah hamparan banjir (lebaklebung, floodplain) yang sangat penting, tidak saja bagi bangsa Indonesia, namun juga bagi dunia Internasional.
Tanam Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu tipe ekosistem hamparan banjir paling luas yang masih tersisa, baik di Indonesai bahkan di Asia Tenggara.

Pada tahun 1999, kawasan Suaka Margasatwa Danau Sentarum beruabah fungsi menjadi kawasan Taman Nasional Danau Sentarum melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 34/Kpts-II/1999 tanggal 4 Februari 1999 dengan luas 132.000 ha. Dan pada tanggal 1 Februari 2007 melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. P.03/Menhut-II/2007, secara legalitas dimulainya Unit Pelaksana Teknis Balai Taman Nasional Danau Sentarum yang sementara berkantor di Kabupaten Sintang.

LETAK DAN LUAS

Taman Nasional Danau Sentarum berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Secara administrasi kawasan ini meliputi 7 (tujuh) kecamatan yaitu :
– Kecamatan Batang Lumpar
– Kecamatan Badau
– Kecamatan Embau
– Kecamatan Bunut Hilir
– Kecamatan Suhaid
– Kecamatan Selimbau
– Kecamatan Semitau

Secara geogarfis kawasan Taman Nasional Canau Sentarum terletak diantara 00°45‛-01°02‛ LU dan 111°55‛-112°26‛BT atau berjarak sekitar 100 km di sebelah garis equator dengan luasan 132.000 ha.